Sabtu, 14 April 2012

Pemeliharaan Kebun Sawit

1. Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM )
Tanaman belum menghasilkan atau ( TBM ) adalah tanaman dimana tanaman kelapa sawit belum menghasilkan produksi secara maksimal tanamna ( TBM ) ini menjadi menjadi beberapa bagian yaitu :
a. TBM 0 : Tanaman yang baru ditanam pada saat bulan tanam sampai dengan bulan Desember yaitu : antara bulan 8 – bulan 12.
b. TBM I : Tanaman yang berumur 2 tahun, tanaman baru setelah berumur 1 tahun dilapangan.
c. TBM II : Dimana TBM 2 tahun, setelah TBM I .
d. TBM III : TBM 3 tahun adalah dimana setelah TBM II.
Pada TBM perlu dilakukan juga penyisipan pada tiap – tiap TBM, yaitu :
a. TBM I : 5 %
b. TBM II : 2,5 %
c. TBM III : 1 %
Aturan yang digunakan dalam melakukan penyisipan adalah apabila tanaman belum menghasilkan tanaman I ( TBM I ) yang mati 1 pokok, maka tanaman disisip dengan 1 pokok. Apabila pada TBM II dan TBM III yang mati adalah 2 pokok, maka cukup 1 pokok saja yang disisip yang sesuai dengan aturan ( Rumus yang berlaku ) .
Untuk pemeliharaan dan tahapan pekerjaan yang dilakukan pada TBM adalah sebagai berikut :
1.1. Meghitung jumlah tanaman yang normal dan abnormal
tanaman Disisni dilakukan penghitungan dengan tujuan untuk melihat dan mengetahui mana tanaman yang normal dan abnormal serta melihat tanaman yan terserang hama dan penyakit dan sampai mati.
1.2. Pemantauan pada TBM
Merupakan perkerjaan yang bertujuan untuk melihat keadaan tanaman disetiap blok TBM untuk melihat kekurangannya, seperti tanah yang kurang padat, tanaman miring,tanaman yang tergenang air, dan lainnya.
1.3. Penyisipan
Penyisipan merupakn pekerjaan yang bertujuan untuk menyisip tanaman yang mati dilapangan, dan ini dilakukan pada saat setelah tanam. Adapun syarat penyisipan adalah, pada TBM I sisipan 5%, TBM II 25%, dan TBM III 1%.
1.4. Pemeliharaan jalan
Pemeliharaan jalan meliputi benteng,teras dan lainnya. Tujuan dari pemeliharaan ini adalah untuk memperbaiki jalan yang rusak dimana jalan ini ini akan di gunakan unuk pengangkutan hasil produksi dari tanaman kelapa sawit setelah tanaman TBM menjadi tanaman menghasilkan (TM).
Untuk pemeliharaan jalan dapat menggunakan cara manual yaitu dengan cara mencangkul, menggaruk, yang mana dapat digunakan untuk menutup lobang, membuang batu serta rumput, dan lain sebagainya.Selain itu pemeliharaan jalan juga dapat menggunakan cara mekanis yaitu dengan menggunakan alat berat.
1.5. Penyiangan
Di dalam melakukan penyiangan, kegiatan yang dilakukan adalah untuk memberantas pertumbuhan gulma yangb ada. Penyiangan ini dapat dilakukan dengan cara manual dan cara kimia seperti penyemprotan atau chemis. Cara manual dilakukan bila gulma dapat berupa anak kayu (di dongkel), lalang (di cabut), dan gulma jenis rumputan dapat menggunakan garuk ataupun di cabut. Untuk rotasi cara manual ini adalah dua minggu sekali dengan menngunakan 6 – 8 Hk /ha pada bulan pertama.
1.6. Pemupukan
Pemupukan TBM di perkebunan PTPN II Tanjungb garbus – Pagar marbau dilakukan sesuai dengan umur tanaman,dan untuk rotasi pemupukan tanaman belum menghasilkan, di perkebunan PTPN II Tanjung garbus - Pagar Marbau adalah :
a. TBM 1 di lakukan pemupukan 4 x dalam setahun dan jarak penaburan dari pohon 25 cm, dan lebar penaburan 25 cm.
b. TBM 2 di lakukan pemupukan 3 x dalam setahun dan dalam melakukan pemupukan jarak pemberian pupuk dari pohon adalah 50 cm, dan lebar penaburan adalah 25 cm.
c.TBM 3 di lakukan pemupukan 2 x dalam setahun dan dalam pemberian pupuk jarak penaburan adalah 75 cm dan lebar penaburan 25 cm.
Tabel 3. Untuk dosis pupuk yang biasa di berikan pada TBM I, II, dan III dengan dosis g / pohon adalah sebagai berikut :
Umur setelah Tanam ( Bulan)
Jumlah Pupuk ( g / Pohon )
UREA
RP
MOP
KIESRIT
BORON
5
7
9
12
150
400
400
400
-
-
500
-
100
500
-
500
-
-
250
-
-
-
20
-
Jumlah
1.350
500
1.100
250
20
16
20
24
750
750
750
-
750
-
750
750
750
500
750
500
30
-
50
Jumlah
2.250
750
2.250
1.750
80
28
32
750
750
-
1000
750
750
75
-
750
-
-
Jumlah
1.500
1000
1.500
750
-
Total
5.100
4.850
4.850
2.750
100
Sumber : PTPN – II Tanjung Garbus – Pagar Marbau
1.7. Tunas pasir
Tunas pasir adalah dimana membuang buah – buah yang busuk dan juaga membuang peleah – pelepah yang kering. Alat yang sering para pekerja gunakan dalam pelaksanaan tunas pasir adalah dodos, dan pekerjaan ini dilakukan pada saat panen perdana / panen awal.
1.8. Pemberantasan hama dan penyakit kelapa sawit
Pada tanaman belum menghasilkan hama yang sering menyerang kelapa sawi adalah hama ulat kantong dan hama kumbang tanduk (oryctes rhinoceros). Dalam pemberantasan hama kumbang tanduk dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan manual an kimia.
Cara manual ini dilakukan dengan menggunakan alat kawat yakni menarik kumbang yang bersembunyi kemudian di bunuh, bisa juga dengan cara langsung mengambil kumbang tanduk dengan tangan. Sedangkan dengan cara kimia adalah dengan menggunakan insectisida dengan dosis 15 – 30 g / pokok, dengan rotasi 3 bulan.
Untuk pemberantasan hama ulat kantong dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara manual dan cara kimia. Cara manual ini dapat dilakukan dengan mengutip dan membunuh hama, dan dapt pula dengan membuang pelepah yang terserang hama dalam jumlah besar. Sedangkan cara kimia adalah dengan cara pengasapan (poging).
Penyakit yang sering menyerang tanaman belum menghasilkann adalah penyakit tajuk dan penyakit busuk batang ( ganoderma ). untuk penyakit tajuk ini biasanya disebabkan oleh bawaaan genetis, dimana gejala serangannya terlihat bila tajuk membuka dan membengkok. Untuk pengendalian penyakit ini biasanya di biarkan saja, karena penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 6 – 12 bulan
Untuk penyakit ganoderma biasanya memiliki ciri yang ditimbulkannya pada kelapa sawit, cirinya yaitu sebagai berikut :
a. Daun seperti kekurangan unsur hara dan air.
b. Pada tanaman muda penyakit ini dapat menyebabkan kematian
c. Pelepah layu terkulai,dan warnanya kusam dan coklat
d. Batang kelapa sawit sangat keropos karena penyakit ini mengambilair yang berada pada tanaman kelapa sawit.
Dalam pemberantasan penyakit busuk batang ( ganoderma ) yang sangat efisien adalah dengan cara membongkar dan membuang tanaman serta membakar sumber penyakit yang terinfeksi, dan bila bekas bongkaran hendak ditanam kembali sebaiknya tanah di olah terlebih dahulu.
2. Tanaman Menghasilkan
Dalam pemeliharaan tanaman menghasilkan merupakan kegiatan untuk memotifasi pertumbuhan tanaman dengan baik, dengan tujuan agar tanaman dapat berproduksi dengan baik dan seoptimal mungkin. Agar tanaman menghasilkan produksi dengan baik, maka taman harus di pelihara dengan baik, dan tahapan pemeliharaan pada TM adalah sebagai berikut :
2.1. Penyemprotan / Penyiangan gulma
Penyiangan adalah kegiatan yang bertujuan untuk membersihkan tanaman dari gulma– gulma yang ada, seperti lalang, rerumputan, anak kayu sebaiknya cara yang digunakan adalah cara manual yaitu dengan cara mendongkel (anak kayu) dan dicabut lalang .
Sedangkan untuk membersihkan gulma jenis rumpun - umputan, dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
a. Cara kimia
b. Dan cara manual
Untuk cara kimia ( Chemis ) dapt digunakan dengan menggunakan racun jenis herbisida, sedangkan denga manualdapat digunakan dengan alat seperti garuk, babat, dimana alat ini dapat membersih gulma yang ada dipiringan maupun yang berada dipasar pikul.
2.2. Pemupukan
Pemupukan pada tanaman menghasilkan sebanyak dua kali dalam setahun. Dasar pemupukan diperoleh setelah dilakukan analisis daun, dimana daun yang efisien untuk dianalisis adalah pelepah daun.
Pemupukan yang baik dilaksanakan pada msim hujan kecil yaitu sekitar (> 60 mm ), karena pupuk akan lebih cepat larut sehingga dapat diserap oleh tanaman, dan bila pada musim hujan besar danmusim kemarau sebaiknya pemupukan ditunda.
Didalam pemupukan dosis yang dipergunakan pada tanaman menghasilkan ini dapat berbeda trgantung dari pada tingkat kesuburan tanah dan umur tanaman, dan juga tergantung dari hasil analisis daun. Pada kebun Tanjung garbus - /Pagar marbau, dosis pemupukan dilakukan sesuai dengan rekomendasi pemupukan Yang merupakan hasil dari analisis. Urutan pemupukan dimulai dengan pemberian pupuk RP, Dolomit, Urea, MOP, dengan rotasi 2 minggu sekali
Cara yang digunakan dalam melakukan pemupukan yaitu dengan cara sebar merata didalam piringan, untuk jarak penebaran pada tanaman menghasilkan yaitu:
a. TM < style=""> : Penaburan pupuk diberikan dengan jarak 2 – 2,5 m dari pokok, untuk semua jenis pupuk.
b. TM > 8 tahun : Penaburan pupuk, khususnya pupuk RP dan dolomit 25 % dari bagian pupuk, ditabur sejauh 20 cm dari pinggir piringan, ditabua dan dengan jarak 2 – 2,5 m dari pokok, dan untuk pupuk urea dan MOP dapat ditabur dengan jarak 2 – 2,5 m dari pokok.

0 komentar: